SOROT GARUT

Portal Berita Garut

Advertisement

KKP SESPIMMA ANGKATAN 76 POKJAR IV BAHAS SINERGI POLRI DAN DISPERINDAG JAGA STABILITAS HARGA BAPOK DI KABUPATEN BANDUNG

KKP SESPIMMA ANGKATAN 76 POKJAR IV BAHAS SINERGI POLRI DAN DISPERINDAG JAGA STABILITAS HARGA BAPOK DI KABUPATEN BANDUNG

KAB. BANDUNG – Peserta Didik Sekolah Staf dan Pimpinan Pertama (Sespimma) Polri Angkatan ke-76 T.A. 2026 Pokjar IV menggelar kegiatan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung, Kompleks Pemda Soreang, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 – 11.00 WIB ini mengusung tema “Mewujudkan Sinergisitas Polri dan Instansi Terkait Guna Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif”.

Adapun judul KKP yang diangkat adalah “Sinergisitas Polri dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Guna Menjaga Stabilitas Harga dan Distribusi Barang Kebutuhan Pokok dalam Rangka Terdukungnya Ketahanan Pangan”.

Kegiatan dihadiri oleh 25 Serdik Pokjar IV beserta unsur Sespimma, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Perum BULOG Cabang Kabupaten Bandung, Satgas Pangan Polresta Bandung, dan perwakilan kemitraan UMKM.

Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung Drs. Yayan Suheryan, http://M.Si., unsur Perum BULOG Cabang Kab. Bandung Ibu Ratih Rachmawati, dan Kasubnit Tipidter Polresta Bandung IPTU Andri Herdiana.

Unsur Sespimma Polri hadir Brigjen Pol Yosef Sriyono Joko Handono, S.I.K., M.H., Kombes Pol. Suprayitno, S.H., S.I.K., AKBP Dewi Susilo Pengestu, http://A.Md., Kompol Zanuar Cahyo Wibowo, S.I.K., M.M., AKP Nita Marliana, S.E., dan Pengatur Endah Trisnawati.

Ketua Pokjar IV Sespimma Angkatan 76, Serdik Yahya Dhadiri, S.H., M.H., menjelaskan KKP ini merupakan implementasi nyata dari peran Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“KKP ini bukan sekadar kegiatan akademik, tapi wujud nyata sinergisitas Polri dengan instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi barang kebutuhan pokok di Kabupaten Bandung. Ketahanan pangan adalah bagian dari kamtibmas yang kondusif,” ujar Serdik Yahya Dhadiri, S.H., M.H. di sela kegiatan.

Menurut Yahya, dari paparan dan Forum Group Discussion (FGD) yang digelar, disepakati empat poin pembulatan hasil:

Pertama, penguatan sinergi lintas instansi. Kolaborasi Polri, Disperindag, dan BULOG menjadi langkah strategis menjaga stabilitas harga, stok, dan distribusi bapok.

Kedua, pembagian peran yang saling melengkapi. Polri berperan dalam deteksi dini, pengawasan, penegakan hukum, dan pemeliharaan kamtibmas. Disperindag memantau harga dan ketersediaan, membina pelaku usaha, dan memfasilitasi intervensi pasar. Sementara BULOG mendukung pengelolaan cadangan pangan pemerintah dan stabilisasi pasokan.

Ketiga, integrasi data dan pengawasan bersama. Diwujudkan melalui pertukaran data harga, stok, pasokan, pemantauan berkala, inspeksi gabungan, serta respons cepat terhadap potensi kelangkaan, penimbunan, dan spekulasi harga.

Keempat, rencana aksi terpadu. Diperlukan pemetaan wilayah rawan kelangkaan, pengawasan jalur distribusi, operasi pasar atau Gerakan Pangan Murah, serta evaluasi berkala dengan indikator terukur.

Lebih lanjut, Serdik Yahya menegaskan bahwa hasil KKP ini akan menjadi bekal bagi para Perwira Pertama Polri untuk meningkatkan profesionalisme dan kemampuan memecahkan masalah secara komprehensif di kesatuannya masing-masing.

“Melalui langkah terpadu ini, diharapkan distribusi barang kebutuhan pokok lancar, harga terjangkau, ketersediaan pangan terjaga, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung meningkat,” pungkas Serdik Yahya Dhadiri, S.H., M.H., No. Serdik 202608003123.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cinderamata, pembacaan kesimpulan, dan foto bersama.