Bukan Sekadar Sosialisasi, Polres Garut Cetak Pioner Paham AI di Kalangan Pelajar
GARUT | Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong Polres Garut mengambil langkah berbeda dalam memberikan edukasi kepada generasi muda. Tidak hanya melalui sosialisasi, jajaran Polres Garut kini menghadirkan pelatihan Paham AI secara langsung kepada para pelajar SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Garut.
Kegiatan tersebut kembali dilaksanakan pada Jumat (4/9/2026) sebagai bagian dari program Paham AI Polres Garut yang secara bertahap menyasar sekolah-sekolah di Kabupaten Garut.
Program ini mendapat apresiasi positif dari para guru. Mereka menilai pendekatan yang dilakukan kepolisian kali ini berbeda karena tidak hanya memberikan sosialisasi satu arah, tetapi juga menghadirkan pelatihan dan pemahaman praktis kepada para siswa mengenai pemanfaatan AI, etika penggunaan teknologi, hingga potensi kejahatan yang dapat muncul akibat penyalahgunaan kecerdasan buatan.
“Biasanya kepolisian datang ke sekolah memberikan sosialisasi. Namun kali ini ada pelatihan mengenai AI. Ini merupakan hal yang baru dan sangat kami apresiasi karena anak-anak tidak hanya diberikan informasi, tetapi juga dibekali pemahaman yang bisa mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap salah seorang guru SMAN 11 Garut saat ditemui awak media.
Melalui program tersebut, Polres Garut menargetkan edukasi Paham AI dapat menjangkau sedikitnya 10 persen pelajar di seluruh Kabupaten Garut. Meskipun menjadi target awal, angka tersebut diharapkan menjadi pintu masuk agar pengetahuan mengenai AI dapat terus menyebar dari satu siswa kepada siswa lainnya.
Polres Garut memandang pelajar memiliki posisi strategis sebagai generasi yang sangat dekat dengan perkembangan teknologi. Karena itu, mereka tidak hanya diharapkan menjadi pengguna AI, tetapi juga mampu memahami bagaimana teknologi tersebut bekerja, memanfaatkannya secara produktif, serta mengetahui batasan dan etika dalam penggunaannya.
Materi yang diberikan para Trainer Paham AI antara lain mencakup pemahaman dasar mengenai kecerdasan buatan, pemanfaatan AI untuk mendukung pembelajaran dan kreativitas, etika penggunaan AI, kemampuan berpikir kritis terhadap informasi digital, serta kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi.
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin masif, AI juga dapat dimanfaatkan untuk membuat atau memanipulasi foto, video, suara, hingga informasi. Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan, penyebaran hoaks, manipulasi informasi, maupun berbagai bentuk kejahatan berbasis teknologi.
Karena itu, edukasi Paham AI menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian agar para pelajar memiliki kemampuan untuk “berpikir sebelum percaya, memahami sebelum menggunakan, dan bertanggung jawab sebelum membagikan.”
Salah seorang Trainer Paham AI Polres Garut Bripka Riannotama Budiyanto,S.E. menyampaikan bahwa program tersebut diharapkan tidak berhenti di dalam ruang kelas.
“Kami berharap siswa dan siswi yang mengikuti kegiatan ini dapat menjadi pioner Paham AI di lingkungan sekolah maupun keluarga. Mereka bukan hanya memahami cara menggunakan AI, tetapi juga memahami etika, batasan, serta potensi kejahatan yang semakin masif di ruang digital.” Ujar Bripka Rianno saat ditemui awak media.
Menurutnya, para pelajar yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat berbagi pengetahuan kepada teman-temannya, keluarga, maupun lingkungan sekitar sehingga terjadi efek berantai dalam meningkatkan literasi AI di Kabupaten Garut.
“Harapannya, satu siswa yang mendapatkan pemahaman hari ini dapat memberikan pemahaman kepada siswa lainnya. Dari sekolah menyebar ke keluarga, kemudian ke masyarakat. Dengan begitu, target 10 persen bukan menjadi batas akhir, tetapi menjadi awal dari gerakan literasi Paham AI di Kabupaten Garut,” tambahnya.
Polres Garut berkomitmen untuk terus hadir mengikuti perkembangan zaman. Kehadiran kepolisian di lingkungan pendidikan tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga melalui langkah preventif dan edukatif untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan baru di era digital.
Melalui program Paham AI, Polres Garut berharap lahir generasi pelajar yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki etika, kemampuan berpikir kritis, kesadaran keamanan digital, dan tanggung jawab dalam memanfaatkan kecerdasan buatan.
Dengan demikian, teknologi AI diharapkan dapat menjadi alat untuk belajar, berkarya, dan berkembang, bukan justru menjadi sarana yang digunakan untuk merugikan diri sendiri maupun orang lain.










