SOROT GARUT

Portal Berita Garut

Advertisement

Puluhan Personel Batalyon A Pelopor Diturunkan Bangun Jembatan Merah Putih di Kabupaten Majalengka

Puluhan Personel Batalyon A Pelopor Diturunkan Bangun Jembatan Merah Putih di Kabupaten Majalengka

Personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Jawa Barat dikerahkan untuk mengawal dan membantu proses pembangunan Jembatan “Merah Putih” Galumpit di Dusun Galumpit, Desa Kepuh, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka.

Pembangunan sarana infrastruktur vital ini menjadi jawaban atas kebutuhan mobilitas masyarakat pedesaan, khususnya dalam memperlancar jalur pendistribusian hasil pertanian warga di wilayah selatan Majalengka tersebut.

Jembatan dengan dimensi panjang 4 meter dan lebar 4 meter ini dirancang sebagai titik hubung utama yang menghubungkan kawasan pemukiman warga Desa Kepuh menuju Desa Sadawangi, serta akses langsung menuju area perkebunan warga sekitar.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H menyampaikan bahwa keterlibatan anggota Sat Brimob Polda Jabar di lapangan merupakan bentuk nyata pengabdian dan kepedulian kepolisian terhadap akselerasi pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di daerah.

“Kehadiran personel Sat Brimob Polda Jabar di lokasi tidak hanya untuk memastikan aspek keamanan, tetapi juga bergotong- royong bersama masyarakat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan fisik jembatan. Kami berharap Jembatan Galumpit ini nantinya memberikan manfaat yang besar bagi mobilitas warga,” ujar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Rabu (23/9/2026).

Kombes Hendra menambahkan, jembatan ini memegang peranan strategis sebagai urat nadi perekonomian lokal. Dengan selesainya jembatan ini kelak, para petani tidak lagi mengalami hambatan dalam mengangkut komoditas hasil panen menuju pasar maupun pusat kota.

“Infrastruktur yang memadai adalah kunci penguatan ekonomi warga desa. Ketika jembatan ini rampung dan dapat dilintasi dengan aman, otomatis proses pendistribusian hasil tani menjadi lebih cepat dan efisien. Hal ini tentu akan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Lemahsugih,” lanjut Hendra.

Proyek pembangunan Jembatan Galumpit ini, tahap pengerjaannya diawali dengan survei lokasi pada Jumat (4/9/2026), sementara peletakan batu pertama dan proses konstruksi fisik telah dimulai sejak Kamis (10/9/2026).

Pembangunan jembatan ditargetkan rampung dalam kurun waktu 120 hari kalender. Hingga memasuki pekan kedua pengerjaan, seluruh tahapan konstruksi berjalan lancar dan kondusif berkat sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, serta gotong royong warga setempat.